Sumatera Selatan – Hanya karena candaan yang dianggap menyinggung, seorang pria di Sumatera Selatan berinisial AD (30) tewas setelah ditikam oleh teman sendiri, RM (28). Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Minggu, 11 Februari 2024, sekitar pukul 21.00 WIB, di sebuah acara hajatan di Desa Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.
Kejadian bermula saat korban, AD, bercanda dengan mengatakan kepada pelaku, RM, bahwa istri RM adalah mantan pacarnya. Candaan tersebut ternyata membuat RM tersinggung dan emosi. Tanpa diduga, RM langsung mengeluarkan pisau dan menikam AD berkali-kali.
“Korban bercanda kepada pelaku bahwa istri pelaku adalah mantan pacarnya. Pelaku yang tersinggung langsung pergi kedapur mencari sesuatu, menikam korban dengan pisau,” ujar AKP Indrowono, Kapolsek Lawang Kidul.
Akibat tikaman tersebut, pria ditikam mengalami luka parah di bagian dada dan perut. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
“Korban mengalami luka parah dan meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit,” jelas AKP Indrowono.
Pelaku, RM, langsung melarikan diri setelah melakukan penikaman. Namun, berkat kesigapan aparat kepolisian, pelaku berhasil ditangkap beberapa jam kemudian di tempat persembunyiannya.
“Pelaku berhasil kami tangkap di tempat persembunyiannya. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Lawang Kidul,” ungkap AKP Indrowono.
Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini untuk mengetahui motif sebenarnya dari pelaku. Mereka juga akan memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.
“Kami masih mendalami kasus ini untuk mengetahui motif sebenarnya dari pelaku. Kami juga akan memeriksa saksi-saksi,” kata AKP Indrowono.
Pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman 1 maksimal 15 tahun penjara.
Kasus pria ditikam ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam bercanda dan tidak mudah terprovokasi oleh emosi. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
