Jembatan Ampera & Pedestrian Sudirman (Wajah Baru)

Wajah baru kawasan ikonik Kota Palembang kini semakin mempesona, terutama dengan transformasi yang dilakukan pada Jembatan Ampera dan area Pedestrian Sudirman. Revitalisasi ini tidak hanya sekadar perbaikan infrastruktur, tetapi merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kota Palembang untuk memperkuat daya tarik wisata sejarah dan modernitas di “Bumi Sriwijaya”. Sejak awal tahun 2026, perubahan signifikan terlihat pada penataan trotoar yang lebih luas, pencahayaan estetis, serta integrasi fasilitas publik yang ramah bagi penyandang disabilitas di sepanjang jalur utama tersebut.

Kawasan Pedestrian Sudirman kini hadir dengan konsep yang lebih tertata dan bersih. Pihak Dinas Perhubungan bersama aparat kepolisian dari Polrestabes Palembang telah menetapkan skema pengaturan lalu lintas baru guna memastikan kenyamanan para pejalan kaki. Setiap akhir pekan, tepatnya pada Sabtu malam mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, area ini bertransformasi menjadi pusat kreativitas warga. Keberadaan petugas Satpol PP yang rutin melakukan patroli setiap dua jam sekali memberikan rasa aman bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati suasana malam di bawah kemegahan Jembatan Ampera.

Selain estetika, aspek kenyamanan menjadi prioritas utama. Area pedestrian kini dilengkapi dengan bangku-bangku taman bergaya klasik yang terbuat dari material tahan cuaca, tempat sampah terpilah di setiap sudut, dan jalur pemandu (guiding block) untuk tunanetra. Penataan pedagang kaki lima juga dilakukan secara lebih terorganisir di titik-titik tertentu agar tidak menghambat arus pejalan kaki. Revitalisasi ini juga mencakup pembersihan berkala struktur baja Jembatan Ampera serta pengecatan ulang yang menggunakan teknologi cat anti-korosi terbaru agar warna merah khasnya tetap menyala meski terpapar cuaca ekstrem.

Keamanan di titik vital ini diperkuat dengan pemasangan lebih dari 20 unit CCTV baru yang terhubung langsung dengan pusat komando kepolisian di Polrestabes Palembang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dan menjaga ketertiban umum. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan, kantong parkir resmi telah disediakan di area bawah jembatan dan gedung parkir terpadu yang beroperasi selama 24 jam dengan tarif flat yang terjangkau. Kehadiran personel dari Satlantas di titik-titik persimpangan strategis pada jam sibuk, seperti pukul 07.00 dan 16.00 WIB, membantu meminimalisir kepadatan kendaraan yang melintasi jalur utama menuju seberang Ulu.