Ecky Lamoh adalah nama yang mungkin tidak selalu berada di bawah sorotan utama, namun jejak suaranya tertanam kuat dalam sejarah musik rock dan pop Indonesia. Ia dikenal luas sebagai salah satu vokalis yang pernah memperkuat dua band legendaris: Edane dan Dewa 19. Kehadirannya pada formasi awal band-band ini membuktikan kualitas vokal dan fleksibilitasnya dalam berbagai genre musik yang berbeda.
Di awal kariernya, Ecky Lamoh mendapatkan pengakuan signifikan saat ia menjadi vokalis band rock progresif, Edane. Bersama gitaris virtuoso Eet Sjahranie, ia menyumbangkan suaranya dalam album debut Edane, The Beast (1992). Album ini langsung menjadi tonggak sejarah rock Indonesia, dan vokal Ecky yang bertenaga serta berkarakter adalah salah satu elemen kunci kesuksesan album tersebut.
Namun, karier Ecky Lamoh tidak berhenti di sana. Jauh sebelum Ari Lasso dan Once Mekel populer, ia sempat menjadi vokalis awal untuk Dewa 19. Walaupun ia tidak merekam album resmi bersama band asal Surabaya ini, perannya dalam masa-masa formatif Dewa 19 sangat penting dalam pengembangan musikalitas mereka sebelum akhirnya band tersebut menemukan jalur pop rock yang membawa mereka ke puncak popularitas.
Ecky Lamoh dikenal memiliki jangkauan vokal yang luas dan kemampuan adaptasi yang tinggi, memungkinkannya berpindah dari raungan hard rock Edane ke melodi yang lebih pop dan nge-soul bersama Dewa 19. Fleksibilitas ini adalah aset yang langka, menunjukkan profesionalisme dan pemahaman yang mendalam tentang aransemen musik, baik yang berat maupun yang lebih ringan.
Meski tidak lama bersama Dewa 19, kontribusi Ecky Lamoh dalam proses awal pembentukan identitas Dewa 19 menjadi bagian menarik dari trivia sejarah musik Indonesia. Ia membantu mendefinisikan dan menguji arah musikal band tersebut, menunjukkan bahwa kesuksesan sebuah band seringkali dibangun di atas upaya dan talenta banyak musisi sepanjang masa formasi mereka.
Setelah meninggalkan dua band besar tersebut, Ecky tetap aktif di dunia musik. Ia terus berkarya dan berpartisipasi dalam berbagai proyek musik independent maupun kolaborasi, menjaga api semangatnya terhadap musik rock tetap menyala. Ia membuktikan bahwa gairah bermusik tidak selalu harus terikat pada ketenaran komersial yang masif.
Kini, nama Ecky Lamoh menjadi penanda bagi era keemasan musik rock dan crossover di Indonesia. Jejak karyanya, terutama di album The Beast, terus dipelajari dan dihargai oleh generasi musisi rock baru sebagai referensi. Suara emasnya tetap menjadi warisan berharga yang selalu dikenang oleh para penikmat musik sejati.
Kesimpulannya, Ecky Lamoh adalah sosok vokalis yang membuktikan bahwa kualitas artistik melampaui waktu dan label. Dari Edane yang powerful hingga sketsa awal Dewa 19, ia telah memberikan kontribusi signifikan yang membentuk lanskap musik Indonesia. Vokalnya adalah suara yang patut dilacak kembali bagi siapa saja yang ingin memahami evolusi rock lokal.
