Kabar duka menyelimuti Sumatera Selatan setelah insiden tragis yang melibatkan sebuah bus dan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Peristiwa nahas yang terjadi pada Minggu pagi, 4 Mei 2025, sekitar pukul 05.30 WIB tersebut, menyebabkan empat orang korban tewas di lokasi kejadian. Selain itu, belasan penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat, dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian setempat menyebutkan bahwa bus pariwisata dengan nomor polisi BG XXXX XX yang membawa rombongan wisatawan diduga menerobos perlintasan kereta api tanpa palang pintu saat sebuah kereta api penumpang melintas. Akibatnya, tabrakan hebat tak terhindarkan. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Data sementara yang kami kumpulkan di lapangan menunjukkan adanya empat korban tewas. Identitas para korban tewas saat ini masih dalam proses identifikasi oleh tim forensik,” ujar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Muara Enim, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Firmansyah Putra, saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian pada Minggu siang.
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan petugas kesehatan segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi para korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi berlangsung cukup sulit mengingat kondisi bus yang ringsek parah akibat benturan keras dengan kereta api. Para korban tewas dan luka-luka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gelumbang dan beberapa klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui juru bicaranya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas insiden ini dan menegaskan bahwa masinis kereta api telah membunyikan klakson peringatan sesuai prosedur saat mendekati perlintasan. Namun, diduga sopir bus tidak menyadari atau mengabaikan peringatan tersebut sehingga kecelakaan tragis ini terjadi. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dan kemungkinan adanya unsur kelalaian. Insiden ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, terutama di perlintasan kereta api, demi mencegah terjadinya korban tewas dan luka-luka di masa mendatang.
