Hari: 30 Mei 2025

Pria Pelaku Penembakan di Wilayah Oki Ditangkap Polisi

Keresahan masyarakat akibat aksi penembakan di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) akhirnya terjawab setelah pria pelaku penembakan tersebut berhasil diringkus oleh aparat kepolisian. Penangkapan ini menjadi bukti keseriusan pihak berwajib dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa aman kepada warga. Insiden penembakan yang sempat menimbulkan kekhawatiran ini kini dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan detail kejadian.

Kejadian penembakan tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa malam, 27 Mei 2025, sekitar pukul 21.00 WIB di sebuah area permukiman sepi di pinggiran kota Oki. Menurut keterangan saksi mata, korban yang seorang pedagang berusia 35 tahun, sedang dalam perjalanan pulang saat insiden terjadi. Korban mengalami luka tembak di bagian kaki dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Kondisi korban dilaporkan stabil dan sedang dalam masa pemulihan.

Unit Reserse Kriminal Polres Oki segera membentuk tim khusus untuk memburu pria pelaku penembakan tersebut. Penyelidikan intensif dilakukan dengan mengumpulkan bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Proses identifikasi pelaku memakan waktu beberapa hari karena pelaku sempat melarikan diri ke luar kota.

Pada Kamis sore, 29 Mei 2025, tim gabungan dari Satreskrim Polres Oki dan Polda Sumatera Selatan berhasil melacak keberadaan dan menangkap pria pelaku penembakan yang diidentifikasi berinisial AR (30) di sebuah tempat persembunyian di provinsi tetangga. Saat penangkapan, petugas menemukan barang bukti berupa sepucuk senjata api rakitan yang diduga digunakan dalam aksi penembakan, beserta beberapa butir amunisi. Pelaku tidak melakukan perlawanan saat ditangkap.

Saat ini, pelaku AR sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Oki. Polisi masih mendalami motif di balik aksi penembakan ini, apakah ada unsur dendam pribadi, perampokan, atau motif lainnya. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga tuntas dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai hukum yang berlaku. Penangkapan pria pelaku penembakan ini diharapkan dapat mengembalikan ketenangan di tengah masyarakat Oki.

Posted by admin in Berita

Benteng Kuto Besak: Saksi Bisu Kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam

Palembang, kota yang kaya akan sejarah dan budaya, menyimpan banyak jejak kejayaan masa lampau. Salah satu peninggalan yang paling mencolok adalah Benteng Kuto Besak. Bangunan megah ini bukan sekadar struktur batu biasa, melainkan saksi bisu keagungan Kesultanan Palembang Darussalam yang pernah berjaya di tanah Sumatra. Menjelajahi benteng ini adalah menyelami lembaran sejarah yang tak ternilai harganya.

Pembangunan Benteng Kuto Besak dimulai pada tahun 1780 di bawah perintah Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikrama, dan diselesaikan oleh penerusnya, Sultan Mahmud Badaruddin II pada tahun 1797. Keberadaan benteng ini adalah respons terhadap ancaman yang datang dari bangsa kolonial, khususnya Belanda. Dengan tembok setinggi sekitar 10 meter dan tebal 2 meter, serta dilengkapi dengan meriam dan bastion, Benteng Kuto Besak dirancang sebagai pusat pertahanan sekaligus simbol kekuatan Kesultanan Palembang Darussalam. Inilah mengapa benteng ini memiliki peran sangat vital pada masanya.

Secara arsitektur, benteng ini merupakan perpaduan unik antara gaya tradisional Palembang dan sentuhan Eropa yang dibawa oleh para pedagang dan tentara. Material utama yang digunakan adalah batu bata dan batu kapur, yang pada zamannya merupakan material bangunan yang kokoh dan tahan lama. Keberadaan gerbang utama yang menghadap Sungai Musi menunjukkan pentingnya jalur transportasi air sebagai urat nadi kehidupan dan perdagangan kesultanan.

Meskipun kini tidak lagi berfungsi sebagai benteng pertahanan, Benteng Kuto Besak tetap menjadi ikon penting Kota Palembang. Kawasan di sekitar benteng telah direvitalisasi menjadi ruang publik yang menarik, di mana masyarakat dan wisatawan dapat menikmati pemandangan Sungai Musi, Jembatan Ampera, serta aktivitas perahu yang hilir mudik. Di malam hari, area ini semakin ramai dengan lampu-lampu yang memancarkan pesona tersendiri.

Bagi para pengunjung yang ingin merasakan langsung denyut sejarah, mengunjungi Benteng Kuto Besak adalah pilihan tepat. Anda bisa berjalan-jalan di sepanjang sisa-sisa tembok benteng, membayangkan bagaimana kehidupan di masa lalu, dan mengagumi ketangguhan arsitekturnya. Keberadaan benteng ini mengingatkan kita akan semangat perjuangan dan kemandirian Kesultanan Palembang Darussalam. Sebagai warisan budaya, Benteng Kuto Besak terus berdiri tegak, menceritakan kisah kejayaan yang tak lekang oleh waktu.

Posted by admin in Berita