Hari: 15 April 2025

Gerebek Kafe di Medan, Polisi Tangkap Sekelompok Pemuda Asyik Berjudi

Aparat kepolisian dari Polsek Medan Baru berhasil mengamankan sekelompok pemuda yang kedapatan sedang asyik bermain judi di sebuah kafe yang berlokasi di Jalan Sei Batanghari, Kota Medan. Penangkapan para pemuda ditangkap ini dilakukan pada Selasa malam, 15 April 2025, sekitar pukul 21.30 WIB. Sebanyak enam orang pemuda ditangkap saat sedang melakukan aktivitas perjudian jenis kartu remi di dalam kafe tersebut.

Penggerebekan ini bermula dari adanya laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas perjudian yang sering terjadi di kafe tersebut, terutama pada malam hari. Berdasarkan laporan tersebut, tim dari Polsek Medan Baru melakukan penyelidikan dan pengintaian untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Setelah memastikan adanya aktivitas perjudian, petugas langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan para pemuda beserta barang bukti.

Saat penggerebekan, petugas mendapati para pemuda ditangkap sedang duduk melingkar di sebuah meja sambil bermain judi kartu remi dengan menggunakan uang sebagai taruhan. Selain mengamankan enam orang pemuda, polisi juga menyita barang bukti berupa satu set kartu remi, uang tunai sebesar Rp 1.500.000 yang diduga sebagai uang taruhan, dan beberapa catatan hasil perjudian. Para pemuda yang ditangkap tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Medan Baru untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kelompok pemuda tersebut mengaku hanya sekedar iseng bermain untuk mengisi waktu luang.

Kepala Polsek Medan Baru, Komisaris Polisi Rona Sipayung, saat dikonfirmasi pada Selasa malam, sekitar pukul 23.00 WIB, membenarkan adanya penangkapan sekelompok pemuda yang sedang bermain judi di sebuah kafe di wilayahnya. “Kami telah mengamankan enam orang pemuda ditangkap saat sedang melakukan perjudian di sebuah kafe. Penangkapan ini merupakan respons cepat dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas ilegal tersebut,” ujar Kompol Rona Sipayung. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian dan segera melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas perjudian di lingkungan sekitar mereka. Para pemuda ditangkap akan dijerat dengan pasal tentang perjudian dengan ancaman hukuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Posted by admin in Berita

Daftar dan Perbedaan 7 Rumah Adat Sumatera Selatan

Sumatera Selatan memiliki kekayaan budaya yang tercermin dalam beragam rumah adatnya. Setiap rumah adat memiliki ciri khas arsitektur dan filosofi yang unik, mencerminkan adat istiadat dan kehidupan masyarakat setempat. Berikut adalah daftar dan perbedaan 7 rumah adat Sumatera Selatan:

1. Rumah Limas:

  • Rumah Limas adalah rumah adat yang paling ikonik di Sumatera Selatan.
  • Rumah ini berbentuk panggung dengan atap berbentuk limas yang bertingkat.
  • Rumah Limas memiliki lima tingkatan lantai yang disebut kekijing, yang memiliki makna filosofis tersendiri.
  • Rumah limas ini pada zaman dahulu, diperuntukan sebagai rumah bagi para bangsawan.

2. Rumah Rakit:

  • Rumah Rakit adalah rumah tradisional yang dibangun di atas rakit, mengapung di sepanjang sungai.
  • Rumah ini terbuat dari kayu dan bambu, dan dirancang untuk menyesuaikan dengan pasang surut air sungai.
  • Rumah Rakit mencerminkan kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai.

3. Rumah Ulu:

  • Rumah Ulu adalah rumah panggung yang banyak ditemukan di daerah hulu sungai Musi.
  • Rumah ini memiliki atap yang curam dan dinding yang terbuat dari papan kayu.
  • Rumah Ulu mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap kondisi geografis daerah hulu sungai.

4. Rumah Baghi:

  • Rumah Baghi adalah rumah adat masyarakat Besemah.
  • Rumah ini memiliki ciri khas pada atapnya yang meruncing bagai tanduk.
  • Atap rumah baghi terbuat dari ijuk atau serabut pohon aren dengan kerangkanya yang terbuat dari bambu.

5. Rumah Tatahan:

  • Rumah Tatahan dikenal juga dengan Rumah Bersemah yang artinya pahatan.
  • Rumah ini memiliki banyak sekali lukisan atau pahatan di sisi dindingnya.
  • Rumah Tatahan berbentuk rumah panggung, memiliki tiang penyangga setinggi 1.5 meter.

6. Rumah Kilapan:

  • Rumah Kilapan adalah rumah adat tradisional yang tidak memiliki ukiran pada dinding.
  • Dinding rumah ini halus seperti rumah biasa, namun proses penghalusan dinding dilakukan dengan alat khusus bernama ketam atau sugu.
  • Rumah ini menggunakan tiang duduk untuk penopangnya.

7. Rumah Gudang:

  • Rumah Cara Gudang memiliki atap berbentuk limas dengan lantai rumah yang tidak berkijing namun tetap berbentuk panggung.  
  • Rumah ini memiliki bentuk bangunan yang memanjang seperti sebuah gudang.
  • Rumah ini memiliki tiga ruang utama, yaitu ruang depan, ruang tengah dan ruang belakang.

Keberagaman rumah adat Sumatera Selatan adalah warisan budaya yang berharga. Melalui pelestarian rumah adat ini, kita dapat menjaga identitas budaya dan menghargai kearifan lokal masyarakat Sumatera Selatan.

Posted by admin in Berita, Edukasi

Berbagai Tempat Wisata Di Empat Lawang

Kabupaten Empat Lawang, yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan, menyimpan pesona wisata alam yang luar biasa. Dikenal dengan lanskap perbukitan yang hijau dan aliran sungai yang jernih, Empat Lawang menawarkan berbagai pilihan destinasi menarik bagi para wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam yang masih alami.

Salah satu daya tarik utama Empat Lawang adalah air terjunnya yang tersebar di berbagai penjuru kabupaten. Cughop Ayek Deghian, dengan airnya yang sangat jernih, menawarkan kesegaran alami yang memikat. Tak kalah menarik, Curup Suban Kedubu Air Bayau menyuguhkan pemandangan air terjun megah dengan ketinggian sekitar 62 meter. Bagi para petualang, Air Terjun Tujuh Panggung yang bertingkat di bawah kaki Gunung Dempo menjadi tantangan dan keindahan tersendiri.

Selain air terjun, Empat juga memiliki Bukit Reban Kucing, yang terkenal dengan julukan “Negeri di Atas Awan”. Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati hamparan awan putih yang menakjubkan, terutama saat pagi hari. Bagi pecinta aktivitas air, Ayek Lintang menawarkan kesempatan untuk rafting dan berperahu karet menyusuri sungai yang menantang namun tetap aman.

Tidak hanya wisata alam, Empat Lawang juga memiliki Jembatan Musi, sebuah ikon kabupaten yang menawarkan pemandangan Sungai Musi dan perbukitan hijau yang indah. Di sekitar jembatan, terdapat Taman Musi II yang menjadi tempat bersantai favorit warga lokal sambil menikmati suasana sungai.

Untuk pengalaman yang berbeda, wisatawan dapat mengunjungi Air Panas Penantian, yang dipercaya memiliki khasiat penyembuhan dan menjadi tempat relaksasi yang populer. Selain itu, Rantau Tenang Indah menawarkan rekreasi keluarga dengan keindahan alam dan kejernihan sungai.

Dengan berbagai pilihan wisata alam yang menawan, Empat Lawang menjadi destinasi yang patut dipertimbangkan bagi siapa saja yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota dan menikmati keindahan alam Sumatera Selatan yang masih tersembunyi. Jelajahi Empat Lawang dan temukan sendiri pesona keindahan alamnya!

Kata Kunci: wisata Empat Lawang, tempat wisata Empat Lawang, air terjun Empat Lawang, Bukit Reban Kucing, Ayek Lintang, Jembatan Musi, Air Panas Penantian, Rantau Tenang Indah, wisata alam Sumatera Selatan.

Posted by admin in News